Selasa, 12 Mei 2009

Berlibur ke Gianyar


Berlibur ke Bali, rasanya belum lengkap kalau belum ke Gianyar. Ayo kita lihat tempat-tempat mana saja yang kudu didatangi:

BATUBULAN
Desa Batubulan merupakan desa perbatasan antara Gianyar dan Badung. Dari Kota Denpasar berjarak sekitar 7 Km. Batubulan sangat terkenal dengan seni kerajinan batunya. Disepanjang jalan, ada berbagai macam toko seni yang memajang patung batu padas. Patung-patung tersebut umumnya digunakan atau diletakkan di tempat suci agama Hindu/Budha untuk kepentingan sarana keagamaan. Selain itu, kerajinan patung ini juga sudah dimanfaatkan untuk hiasan taman.
Selain patung dari batu, Batubulan juga terkenal dengan Tari Barong. Di desa ini terdapat 3 panggung terbuka yaitu Tegal Tamu, Puri Agung dan Pura Puseh Bendul. Ditempat ini tari barong dipentaskan hampir setiap hari, dimulai dari pukul 10.00 WITA.
Sejalan dengan perkembangan pariwisata dan kejelian penduduk menangkap peluang, di Batubulan kini juga bisa dilihat pemasaran hasil kerajinan perak/emas, gerabah, meubel dan seni rumah antik.

CELUK
Di sepanjang jalan utama Desa Celuk berjejer toko-toko seni yang menjual perhiasan emas dan perak beraneka bentuk baik bros, gelang, kalung, cincin dan sebagainya. Produksi kerajinan Celuk sudah lama menembus pasaran ekspor. Desainnya pun berkembang sebagai perpaduan bakat seni lokal Celuk dan selera pasar internasional yang di perkenalkan melalui wisatawan mancanegara.

SINGAPADU
Desa yang terletak di utara Batubulan ini terkenal sebagai pusat seni musik (gamelan Bali) dan tarian. Dari desa inilah lahir seni tabuh dan seni raos atau tembang. Dibidang lain, Singapadu terkenal sebagai pusat pembuatan topeng, barong.
Hampir setiap banjar di Singapadu memiliki sedikitnya satu unit gamelan, untuk kepentingan upacara di pura atau pementasan atraksi wisata dibidang lain.

SUKAWATI
Desa ini terkenal dengan pasar seninya, Pasar Seni Sukawati. Dengan keramahtamahan, kesabaran dan gurauan yang khas, para pedagang dipasar ini menawarkan aneka barang kerajinan kepada wisatawan. Citra pasar seni Sukawati yang bertahan hingga sekarang menunjukkan kualitas barang bagus dan harga relaif murah. Wisatawan domestik, bus-bus yang mengangkut siswa-siswa yang hendak berdarmawisata, kerap berhenti disini untuk membeli oleh-oleh dari Bali. Selain pasar induk itu, kini di Sukawati banyak terdapat kedelai-kedelai seni yang bertebaran di sebelah pasar seni yang juga menjual hasil kerajinan. Seperti juga di desa-desa lainnya, di Sukawati inipun dapat dijumpai pematung, pelukis, penari dan bahkan dalang seni wayang Kulit. Disepanjang Pasar seni Sukwati di sebelah Selatannya juga terdapat Pasr seni Guwang di buka sejak tahun 1996.

MAS
Jarak Desa Mas sekitar 20 Km utara Denpasar atau 6 Km sebelum Ubud, desa ini terkenal sebagai desa penghasil ukiran dari kayu. Selain patung-patung dengan kualitas seni tinggi, di Mas juga berkembang patung-patung buah, bunga,dan binatang. Patung buah-buahan dan bunga terlihat sangat realistic hamper menyerupai aslinya. Hal ini membuat wisatawan banyak yang berdecak kagum. Daerah persawahan masih terbentang di sini,sehingga Mas masih memiliki pesona hijau.

PELIATAN
Desa ini bersebelahan dengan Ubud, lokasinyna sekitar 2 Km arah selatan. Peliatan sangat terkenal akan seni tabuh dan seni tarinya hingga menjelajah manca negara. Saking terkenalnya, Wisatawan dari negeri barat menyebut Peliatan sebagai “Home of Legendary Legong” yang artinya Rumah asal tari Legong yang Legendaris. Di samping itu, Peliatan juga desanya patung dan lukisan. Banyak toko di desa ini menjual hasil kerajinan berupa patung buah, anjing, anggrek, bebek, burung, yang menjadi tren mode hingga saat ini. Disini juga berkembang lukisan gaya wayang.
Sebuah galleri terkenal ada di Peliatan,yaitu Agung Rai Galleri, yang menyimpan koleksi lukisan yang bervariasi, baik dari pelukis, gaya, serta corak lukisnya.

UBUD
Kelurahan Ubud, merupakan pusat kesenian di daerah Bali. Daerah ini sudah sangat terkenal sejak lama, sejak tahun 1920-an ketika seniman, komponis dan sarjana barat datang dan menciptakan berbagai penemuan seni disana sambil menikmati indahnya kehidupan di Ubud. Ubud terkenal akan seni lukisnya, seni patung, seni tabuh dan seni tari. Lukisan Bali bisa didapatkan di toko-toko seni ubud. Disini juga terdapat banyak museum tempat berbagai karya lukis dipertontonkan. Ada Museum Ratna Warta yang dibangun oleh Cokorda Agung Sukowati, Musium Neka, Musium Lemard/Lemard Gallerry, dan Musium Antonio Blanco/Gallery Antonio Blanco. Untuk seni tabuh dan tari pusatnya adalah Puri Saren. Puri Saren Ubud secara rutin menyajikan pertunjukan tari dan tabuh buat wisatawan.
Di Ubud banyak terdapat hotel dari yang mewah, artistik, sampai yang sangat sederhana hingga terjangkau dan diminati wisatawan. Ubud juga sering mendapat sebutan desa wisata.
Selain itu, di ubud juga ada Monkey Forest, sebuah hutan kecil tempat dimana ratusan monyet dilindungi keberadaannya.
Hal terpenting yang membuat Ubud lebih terkenal adalah karena prilaku warga yang tutur bahasanya halus, ramah dan tulus dalam menyambut wisatawan. Tak ketinggalan juga panorama alam yang sangat indah dan cantik.

BELEGA DAN BONA
Jarak Desa Belega dan Bona sekitar 30 Km Timur kota Denpasar. Kedua desa ini sangat terkenal dengan mebel berbahan bambu yang sangat khas dan artistik. Banyak pengrajin membuat peralatan dari bambu seperti meja, kursi, tempat tidur, meja rias dan sebagainnya. Hasil kerajinan tangan warga Belega dan Bona sudah sangat terkenal, banyak hotel-hotel mewah, kantor-kantor maupun industri pariwisata menggunakan mebel-mebel dari kedua desa ini. Selain itu hasil kerajinan bambu Belega sudah menembus pasar internasional. Banyak mebel bambu yang dieksport atau dibeli wisatawan untuk dibawa ke negeri asalnya.
Di sepanjang jalan dapat kita lihat kesibukan sehari-hari pengrajin kursi bambu. Selain membuat kerajinan dari bambu Desa Bona juga terkenal dengan kerajinan anyaman dari daun lontar.

PETULU
Hal yang paling menarik dari Desa Petulu adalah habitat burung bangau atau kokokan. Ribuan burung putih berparuh panjang ini berumah dipohon-pohon kayu disepanjang desa petulu. Tiap pagi burung-burung itu berkicau riuh terbang keluar Petulu mencari makan, sedangkan pada sore harinya mereka kembali pulang ke sarangnya. Sore hari adalah saat yang tepat untuk berkunjung ke Petulu. Meski demikian siang hari Petulu juga sangat mempesona.
Di desa yang letaknya sekitar 5 Km utara Ubud ini, juga terdapat seniman lukis dan pembuat bingkai berukir.

TARO
Desa ini terkenal karena ada sapi suci, warnanya putih (bukan merah seperti sapi kebanyakan). Desa yang terletak 6 Km utara Pujung, memiliki pesona alam yang indah karena memiliki teras-teras sawah yang hijau, alam yang asri dan angin segarnya. Di desa ini juga dikembangkan seni mengukir menggunakan pisau kecil. Patung-patung Garuda berwarna cerah diproduksi disini. Di sini juga berlokasiTaman safari gajah yang indah yang cukup menarik para wisatawan.

PURA GOA GAJAH
Pura peninggalan purbakala ini terletak disebelah barat Desa Bedulu atau sekitar 6 Km Timur Ubud. Di Pura ini terdapat sebuah goa dan kolam yang berisi pancuran tempat pertirtaan(air suci). Nama Goa Gajah berasal dari gua gajah, gua yang berisi arca Ganesha yang dianggap sebagai dewa ilmu pengetahuan. Situs Purbakala ini merupakan peninggalan kebudayaan Hindu-Budha, Siwa-Budha.

PURA TIRTA EMPUL
Pura peninggalan purbakala ini terletak disebelah timur Istana Tampaksiring. Sebuah prasasti Batu yang Masih tersimpan di Desa Manukkaya menyebutkan Pura ini dibangun oleh Sang Ratu Sri Candra Bhayasingha Warmadewa. Prasasti ini memuat angka tahun 882 caka (960 masehi). Di sini terdapat sebuah mata air yang sangat besar, yang hingga sekarang dikeramatkan oleh penduduk setempat.

Rabu, 22 April 2009

Berlibur ke Denpasar

Liburan tiba, mau kemana?
Ingin berlibur ke Bali? Jangan lupa kunjungi kota Denpasar, jantungnya pulau Bali. Kalau berlibur ke Denpasar, tempat-tempat yang harus didatangi adalah:
  • Patung Catur Muka (patung empat wajah). Patung ini berdiri pada lintas jalan di depan kantor Walikota Denpasar dan dibuat pada tahun 1973. Disebut Catur Muka (Empat Wajah) karena memiliki empat kepala menghadap ke empat penjuru mata angin. Patung ini dibuat oleh pengrajin lokal terkenal I Gusti Nyoman Lempad dari desa Ubud. Tingginya 9 meter dan patung ini mewakili perujudan Dewa Brahma, yaitu sebagai Pencipta jagad raya. Cerita tentang Dewa Brahma dengan empat wajah ini dapat ditemukan dalam Epik Mahabharata.
  • Pantai Sanur. Pantai ini terletak 6 km dari kota Denpasar dan bisa dicapai hanya 20 menit dari pusat kota Denpasar. Pantai ini dapat dicapai dengan menggunakan transportasi umum atau transportasi pribadi seperti mobil dan sepeda motor. Di pantai ini gelombang ombang sangat tenang dengan butir pasir yang sangat lembut cocok untuk wisata bersama keluarga. Fasilitas berstandar internasionalpun tersedia bagi wisatawan dan masyarakat, seperti: hotel berbintang / non bintang, restoran, biro perjalanan, dll. Di pantai ini juga menyediakan fasilitas olahraga air untuk masyarakat atau wisatawan yang ingin menikmati pantai seperti: diving, snorkeling, parasailing dan lain-lain. Pantai Sanur juga merupakan tempat yang paling sesuai untuk menikmati matahari terbit.
  • Pantai Padang Galak. PantaiPadang Galak merupakan lanjutan dari kawasan pantai di utara Denpasar. Berbeda dengan kawasan pantai Sanur, Padang Galak menawarkan gelombang besar dan pasir hitam mengkilap. Karena gelombang ombak yang besar kegiatan olahraga air lebih banyak dilakukan di pantai ini. Masyarakat Hindu Bali menggunakan pantai ini untuk upacara keagamaan, seperti ritual mencuci patung dan simbol-simbol suci agama.
  • Taman Budaya atau Art Center. Terletak di Jalan Nusa Indah Denpasar. Taman Budaya ini didirikan pada tanggal 14 Februari 1973. Taman ini memiliki fungsi sebagai tempat diselenggarakannya berbagai atraksi seni dan budaya. Taman ini juga dilengkapi dengan satu panggung terbuka serba guna dan satu bangunan utama untuk menggelar berbagai atraksi tari, pameran lukisan, seminar dan musik. Dan disini juga menjadi tempat diselenggarakannya salah satu event terbesar di Bali yang selalu ditunggu tunggu yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap bulan Juni sampai Juli setiap tahunnya.
  • Musium Bali. Musium ini terletak di jalan Mayor Wisnu. Didirikan pada tanggal 8 Desember 1932. Musium ini terdiri dari empat bangunan, yaitu: Gedung Timur, Gedung Buleleng, Gedung Karangasem, dan Gedung Tabanan. Masing-masing gedung pameran meiliki koleksi unik, seperti Gedung Timur memamerkan barang-barang prasejarah dan peralatan bersejarah (termasuk alat-alat kuno Bali). Gedung Buleleng yang dilambangkan oleh patung Singa Ambara memamerkan kain dan kostum tradisional Bali untuk acara-acara keagamaan. Gedung Karangasem memamerkan berbagai peralatan yang digunakan untuk upacara keagamaan termasuk upacara Panca Yadnya (lima upacara suci umat Hindu). Dan yang terakhir, Gedung Tabanan memamerkan berbagai karya seni tradisional Bali.
  • Desa Budaya Kertalangu. Desa Budaya Kertalangu yang terletak di tengah 80 hektar sawah budidaya padi di Jl. ByPass Ngurah Rai Denpasar. Perkampungan mewah ini bisa dicapai hanya 30 menit dari Bandar Udara Ngurah Rai atau 45 menit dari Nusa Dua dan Kuta.
  • Monumen Perjuangan Masyarakat Bali. Monumen ini merupakan monumen perjuangan rakyat Bali. Bangunan ini dalam bentuk Genta / Bajra (lonceng yang digunakan Pendeta Hindu). Terletak di sisi selatan Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, dekat dengan kantor Gubernur Bali.
  • Lapangan Taman Puputan Badung. Nama Taman Puputan Badung didedikasikan untuk mengenang para Pahlawan Pejuang Perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906. Dimana semua rakyat Bali dibawah pimpinan Raja Badung / Denpasar berani berjuang melawan Belanda. Tanggal ini selalu diperingati setiap tahun, dan sebuah monument, yaitu Monumen Taman Puputan didirikan untuk mengenangnya. Monumen ini berdiri di bagian utara Lapangan Puputan. Lapangan ini banyak dikunjungi oleh masyarakat setempat untuk rekreasi setiap sore hari, dan setiap hari Minggu diselenggarakan kegiatan khusus untuk anak-anak mengekspresikan berbagai karya seni baik tradisional maupun modern.
  • Pasar Kumbasari. Pasar Kumbasari ini, hampir sama seperti Pasar Sukawati Gianyar yang sangat terkenal. Terletak di seberang Pasar badung, hanya dipisahkan oleh Sungai Badung. Pasar ini menawarkan kerajinan tradisional tekstil dan nontekstil. Banyak wisatawan dalam negeri dan luar negeri berkunjung ke pasar ini. Hal ini disebabkan karena harga barang yang ditawarkan di pasar ini bisa sangat miring bila pandai menawar.
  • Pura Jagatnatha. Pura Jagatnatha ini terletak di bagian timur Taman Puputan di Jalan Mayor Wisnu. Pura tempat bersembahyangnya umat Hindu ini terletak bersebelahan dengan Museum Bali yang merupakan bagian dari atraksi wisata kota. Tingginya struktur Padmasana adalah bagian yang unik dari pura ini. Seperti pura besar lainnya, Jagatnatha sangat ramai pada hari besar keagamaan, seperti Galungan, Kuningan, Saraswati atau hari besar Hindu lainnya. Pada saat persembahyangan bulan baru dan purnama , digelar pertunjukan wayang di pura ini. Tempat ini dapat ditempuh hanya dalam waktu 20 menit dari pusat kota Denpasar.