Ingin berlibur ke Bali? Jangan lupa kunjungi kota Denpasar, jantungnya pulau Bali. Kalau berlibur ke Denpasar, tempat-tempat yang harus didatangi adalah:
- Patung Catur Muka (patung empat wajah). Patung ini berdiri pada lintas jalan di depan kantor Walikota Denpasar dan dibuat pada tahun 1973. Disebut Catur Muka (Empat Wajah) karena memiliki empat kepala menghadap ke empat penjuru mata angin. Patung ini dibuat oleh pengrajin lokal terkenal I Gusti Nyoman Lempad dari desa Ubud. Tingginya 9 meter dan patung ini mewakili perujudan Dewa Brahma, yaitu sebagai Pencipta jagad raya. Cerita tentang Dewa Brahma dengan empat wajah ini dapat ditemukan dalam Epik Mahabharata.
- Pantai Sanur. Pantai ini terletak 6 km dari kota Denpasar dan bisa dicapai hanya 20 menit dari pusat kota Denpasar. Pantai ini dapat dicapai dengan menggunakan transportasi umum atau transportasi pribadi seperti mobil dan sepeda motor. Di pantai ini gelombang ombang sangat tenang dengan butir pasir yang sangat lembut cocok untuk wisata bersama keluarga. Fasilitas berstandar internasionalpun tersedia bagi wisatawan dan masyarakat, seperti: hotel berbintang / non bintang, restoran, biro perjalanan, dll. Di pantai ini juga menyediakan fasilitas olahraga air untuk masyarakat atau wisatawan yang ingin menikmati pantai seperti: diving, snorkeling, parasailing dan lain-lain. Pantai Sanur juga merupakan tempat yang paling sesuai untuk menikmati matahari terbit.
- Pantai Padang Galak. PantaiPadang Galak merupakan lanjutan dari kawasan pantai di utara Denpasar. Berbeda dengan kawasan pantai Sanur, Padang Galak menawarkan gelombang besar dan pasir hitam mengkilap. Karena gelombang ombak yang besar kegiatan olahraga air lebih banyak dilakukan di pantai ini. Masyarakat Hindu Bali menggunakan pantai ini untuk upacara keagamaan, seperti ritual mencuci patung dan simbol-simbol suci agama.
- Taman Budaya atau Art Center. Terletak di Jalan Nusa Indah Denpasar. Taman Budaya ini didirikan pada tanggal 14 Februari 1973. Taman ini memiliki fungsi sebagai tempat diselenggarakannya berbagai atraksi seni dan budaya. Taman ini juga dilengkapi dengan satu panggung terbuka serba guna dan satu bangunan utama untuk menggelar berbagai atraksi tari, pameran lukisan, seminar dan musik. Dan disini juga menjadi tempat diselenggarakannya salah satu event terbesar di Bali yang selalu ditunggu tunggu yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap bulan Juni sampai Juli setiap tahunnya.
- Musium Bali. Musium ini terletak di jalan Mayor Wisnu. Didirikan pada tanggal 8 Desember 1932. Musium ini terdiri dari empat bangunan, yaitu: Gedung Timur, Gedung Buleleng, Gedung Karangasem, dan Gedung Tabanan. Masing-masing gedung pameran meiliki koleksi unik, seperti Gedung Timur memamerkan barang-barang prasejarah dan peralatan bersejarah (termasuk alat-alat kuno Bali). Gedung Buleleng yang dilambangkan oleh patung Singa Ambara memamerkan kain dan kostum tradisional Bali untuk acara-acara keagamaan. Gedung Karangasem memamerkan berbagai peralatan yang digunakan untuk upacara keagamaan termasuk upacara Panca Yadnya (lima upacara suci umat Hindu). Dan yang terakhir, Gedung Tabanan memamerkan berbagai karya seni tradisional Bali.
- Desa Budaya Kertalangu. Desa Budaya Kertalangu yang terletak di tengah 80 hektar sawah budidaya padi di Jl. ByPass Ngurah Rai Denpasar. Perkampungan mewah ini bisa dicapai hanya 30 menit dari Bandar Udara Ngurah Rai atau 45 menit dari Nusa Dua dan Kuta.
- Monumen Perjuangan Masyarakat Bali. Monumen ini merupakan monumen perjuangan rakyat Bali. Bangunan ini dalam bentuk Genta / Bajra (lonceng yang digunakan Pendeta Hindu). Terletak di sisi selatan Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, dekat dengan kantor Gubernur Bali.
- Lapangan Taman Puputan Badung. Nama Taman Puputan Badung didedikasikan untuk mengenang para Pahlawan Pejuang Perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906. Dimana semua rakyat Bali dibawah pimpinan Raja Badung / Denpasar berani berjuang melawan Belanda. Tanggal ini selalu diperingati setiap tahun, dan sebuah monument, yaitu Monumen Taman Puputan didirikan untuk mengenangnya. Monumen ini berdiri di bagian utara Lapangan Puputan. Lapangan ini banyak dikunjungi oleh masyarakat setempat untuk rekreasi setiap sore hari, dan setiap hari Minggu diselenggarakan kegiatan khusus untuk anak-anak mengekspresikan berbagai karya seni baik tradisional maupun modern.
- Pasar Kumbasari. Pasar Kumbasari ini, hampir sama seperti Pasar Sukawati Gianyar yang sangat terkenal. Terletak di seberang Pasar badung, hanya dipisahkan oleh Sungai Badung. Pasar ini menawarkan kerajinan tradisional tekstil dan nontekstil. Banyak wisatawan dalam negeri dan luar negeri berkunjung ke pasar ini. Hal ini disebabkan karena harga barang yang ditawarkan di pasar ini bisa sangat miring bila pandai menawar.
- Pura Jagatnatha. Pura Jagatnatha ini terletak di bagian timur Taman Puputan di Jalan Mayor Wisnu. Pura tempat bersembahyangnya umat Hindu ini terletak bersebelahan dengan Museum Bali yang merupakan bagian dari atraksi wisata kota. Tingginya struktur Padmasana adalah bagian yang unik dari pura ini. Seperti pura besar lainnya, Jagatnatha sangat ramai pada hari besar keagamaan, seperti Galungan, Kuningan, Saraswati atau hari besar Hindu lainnya. Pada saat persembahyangan bulan baru dan purnama , digelar pertunjukan wayang di pura ini. Tempat ini dapat ditempuh hanya dalam waktu 20 menit dari pusat kota Denpasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar